Amaalof Laylatul Qadr 10 Go To Index Resorting (Tawassul) to Ahlul-Bait ملاسلا هيلع The one who wants to be vigilant throughout the night, must take refuge in the sinless (ma'sum) - the one to whom this night belongs - at the beginning of
Malam Lailatul Qadar, Doa, Keutamaan Serta Hadist dan Tanda Tandanya – Jika bulan Ramadhan tiba, apa yang pertama kali terbesit di benakmu? Bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam ini memiliki banyak keutamaan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Umat muslim berlomba-lomba melakukan amalan penghapus dosa sekaligus mengumpulkan banyak pahala. Rahasia Malam Lailatul Qadar dan Tanda-TandanyaDaftar IsiRahasia Malam Lailatul Qadar dan Tanda-TandanyaPengertian Apa Itu Malam Lailatul Qadar?Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi?Doa Malam Lailatul QadarKeutamaan Malam Lailatul QadarHadits Malam Lailatul QadarTanda Tanda Malam Lailatul QadarBersiap Menyambut Lailatul Qadar Daftar Isi Rahasia Malam Lailatul Qadar dan Tanda-Tandanya Pengertian Apa Itu Malam Lailatul Qadar? Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi? Doa Malam Lailatul Qadar Keutamaan Malam Lailatul Qadar Hadits Malam Lailatul Qadar Tanda Tanda Malam Lailatul Qadar Bersiap Menyambut Lailatul Qadar Bak sebuah kompetisi, umat muslim berusaha memanfaatkan kesempatan di bulan Ramadhan untuk meningkatkan ketakwaannya. Tapi, tidak semua rencana berjalan lancar. Godaan yang muncul pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, bahkan mendekati berakhirnya Ramadhan membuat amalan kurang maksimal. Untunglah Allah SWT memiliki rahasia yang bisa kita dapatkan apabila berusaha keras untuk mendapatkannya. Satu dari tiga puluh hari bulan Ramadhan adalah hari yang sangat istimewa. Pada hari itu, ada amalan yang jika dikerjakan akan mendapat ganjaran berkali-kali lipat dibandingkan hari Ramadhan biasanya. Apakah hari yang dimaksud? Baca artikel dari Mamikos berikut ini, ya! Pengertian Apa Itu Malam Lailatul Qadar? Barangkali ada diantara kamu yang masih bertanya-tanya, sebenarnya apakah malam lailatul qadar itu? Ada banyak definisi malam lailatul qadar yang dikemukakan para ulama. Dari sekian banyak definisi, Mamikos akan merangkum definisinya sebagai berikut. Pengertian malam lailatul qadar berdasarkan surat Al Qadr ayat 1 dilanjutkan oleh surat Ad Dukhan ayat 3 yang menyatakan “malam yang penuh berkah di mana dijelaskan atau ditetapkan segala urusan besar dengan kebijaksanaan”. Pengertian malam lailatul qadar menurut Al Quran adalah malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam tersebut ada pada bulan Ramadhan. Apabila ada kebaikan yang dikerjakan pada malam lailatul qadar, nilainya akan dilipatgandakan seperti sedang mengerjakan amalan serupa selama seribu bulan 84 tahun. Dari berbagai pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa malam lailatul qadar adalah malam yang sangat istimewa di bulan Ramadhan. Pada malam tersebut keutamaan yang dijanjikan Allah SWT melimpah ruah. Setiap umat Islam yang berusaha meraihnya Insya Allah akan mendapatkannya. Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi? Sudah tidak sabar ingin segera meraih lailatul qadar? Tunggu dulu. Kamu perlu mengetahui kapan lailatul qadar terjadi agar bisa mempersiapkan diri dengan baik. Malam yang sangat istimewa tersebut sudah pasti ada pada bulan Ramadhan. Tapi, sayangnya tidak ada yang benar-benar tahu pasti kapan adanya malam lailatul qadar. Allah SWT/Rasulullah SAW hanya memberikan tanda-tanda waktu kemunculan malam lailatul qadar. Berdasarkan hadist yang dikeluarkan Aisyah RA, dinyatakan bahwa Rasulullah SAW beritikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Carilah malam Lailatul Qadar di malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan HR Bukhari dan Muslim. Karena penafsiran malam ganjil dan genap di berbagai negara tidak sama, sebaiknya umat muslim tetap giat meraih malam tersebut. Jadikan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sebagai ajang untuk mendapatkan malam lailatul qadar. Doa Malam Lailatul Qadar Peluang untuk meraih malam lailatul qadar dapat diperbesar dengan membaca doa khusus untuk mendapatkannya. Biasanya doa untuk memperoleh malam lailatul qadar dibacakan imam pada jeda shalat tarawih. Jika tidak, di papan pengumuman masjid sudah tertera bacaan untuk meraih lailatul qadar. Doa tersebut dibaca rutin dari awal bulan Ramadhan hingga akhir Ramadhan. Semakin sering seseorang membacanya, akan semakin terlihat kesungguhannya untuk mendapatkan malam lailatul qadar. Secara umum, bunyi doa untuk mendapatkan malam lailatul qadar adalah sebagai berikut. اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّىLafadz bacaan Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu’ Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku HR Tirmidzi dan Ibnu Majah Doa untuk malam lailatul qadar tersebut juga bisa dibaca setelah selesai shalat atau ketika berdzikir. Dianjurkan untuk membaca doa lailatul qadar pada malam-malam yang ganjil. Meskipun singkat, kandungan makna pada doa tersebut sangat dalam. Digambarkan bahwa seorang hamba sangat tunduk pada Allah SWT dan tidak dapat luput dari dosa. Keutamaan Malam Lailatul Qadar Bulan Ramadhan yang juga identik dengan kegiatan i’tikaf mungkin membuatmu penasaran. Ada banyak alasan seorang muslim meluangkan waktunya untuk ber-i’tikaf di masjid dan tidak hanya beribadah di dalam rumah. Kegiatan i’tikaf selama sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan juga dilatarbelakangi oleh semangat untuk meraih malam lailatul qadar. 1. Malam Lailatul Qadar Lebih Baik dari Seribu Bulan Allah SWT berfirman pada surat Al Qadar ayat ketiga. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Maksud dari ayat tersebut adalah pada malam lailatul qadar, amalan yang dilakukan lebih baik daripada amalan di seribu bulan. Ulama juga memiliki pendapat jika amalan tersebut lebih baik daripada shalat dan puasa yang dilakukan pada seribu bulan tanpa adanya lailatul qadar. 2. Al Quran Diturunkan Ketika Malam Lailatul Qadar Al Quran sebagai pedoman umat Islam untuk menjalani kehidupan diturunkan sekaligus pada malam lailatul qadar. Maksudnya, Allah SWT menurunkan Al Quran dari lauhul mahfuz menuju baitul izzah di langit dunia. Al Quran tersebut kemudian diturunkan secara bertahap pada Rasulullah SAW selama kurang lebih 23 tahun. 3. Terdapat Banyak Keberkahan pada Malam Lailatul Qadar Berdasarkan firman Allah SWT pada Surat Ad Dukhan ayat 3 إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Yang dimaksud sebagai malam penuh berkah adalah malam lailatul qadar. Pada malam tersebut, malaikat turun karena keberkahan rahmat seperti yang terdapat pada Surat Al Qadar ayat 4. تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril. 4. Dosa-Dosa Diampuni Pada hadist yang diriwatkan Bukhari nomor 1901, bahwa Rasulullah SAW mengatakan bahwa Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِHidupkan malam lailatul qadar dengan mengharap pahala, apalagi berniat riya. Hadits Malam Lailatul Qadar Dalil yang berkaitan dengan agama memang tidak bisa diterima mentah-mentah. Perlu ada bukti bahwa suatu dalil atau penjelasan adalah benar berasal dari Rasulullah SAW. Keutamaan-keutamaan yang dijumpai pada malam lailatul qadar bukanlah berita bohong. Rasulullah SAW sudah membuktikannya pada hadis-hadis berikut. 1. Hadist Tentang Dosa Diampuni pada Malam Lailatul Qadar مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِBarangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. HR Bukhari 2. Hadist Tentang Doa yang Dibaca pada Malam Lailatul Qadar اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّىBerdoalah Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu’anni Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku. HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah 3. Hadist Tentang Waktu Kemunculan Malam Lailatul Qadar تحروا ليلة القدر في الوتر من العشر الأواخر من رمضانCarilah malam lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadhan. HR Bukhari Tanda Tanda Malam Lailatul Qadar Fokus meraih lailatul qadar dan menghindari hal-hal yang dapat merusak puasa serta Ramadhan adalah salah satu kunci untuk mendapatkannya. Tapi, iman yang naik turun terkadang membuat ibadahmu menjadi lebih sedikit dibandingkan hari-hari sebelumnya. Bahkan, tidak jarang amalan yang dilakukan berkurang drastis mendekati akhir Ramadhan. Untuk meningkatkan kembali semangat beribadah di sepuluh hari terakhir, kamu perlu tahu tanda-tanda kemunculan lailatul qadar. 1. Cuaca cerah, tidak panas, tetapi juga tidak terlalu dingin. لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاءLailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.HR. Ath Thoyalisi 2. Suasana penuh ketenangan dan manusia merasakan kelezatan beribadah tidak seperi hari biasa. 3. Sebagian orang dapat merasakan malam ini, bahkan dapat melihat malam lailatul qadar pada mimpinya. 4. Pada pagi harinya, matahari terbit dengan jernih tanpa sinar sampai matahari naik Bersiap Menyambut Lailatul Qadar Sudah siap menyambut malam lailatul qadar di bulan Ramadhan? Meskipun malam lailatul qadar adalah bonus, tetapi malam tersebut tidak bisa diperoleh orang dengan cara biasa-biasa saja. Perlu usaha keras, niat yang bersih, dan keinginan kuat agar dapat meraihnya. Jangan sampai ramadhanmu tahun ini berakhir biasa-biasa saja karena kurang persiapan, ya! Kamu bisa mencoba meningkatkan kualitas ibadah di bulan Ramadhan bersama teman-teman kost. Saling membangunkan sahur dan bergantian memasak adalah solusi paling mudah agar kamu tidak ketinggalan sahur dan puasa tetap maksimal. Apabila di kostmu tidak menyediakan dapur, gunakan aplikasi cari kost Mamikos untuk mendapatkan info kost murah dengan fasilitas dapur. Ada pula kost yang aksesnya dekat dari jalan utama agar kamu lebih cepat berjalan ke warung makan. Segera download aplikasi Mamikos sebelum Ramadhan datang dan dapatkan informasi kost paling akurat! Klik dan dapatkan info kost di dekat mu Kost Jogja MurahKost Jakarta Murah Kost Bandung Murah Kost Denpasar Bali Murah Kost Surabaya Murah Kost Semarang Murah Kost Malang Murah Kost Solo Murah Kost Bekasi Murah Kost Medan Murah

11 Pendapat kedua: Ada keutamaan khusus untuk malam nishfu Sya’ban. Para ulama yang menilai shahih beberapa dalil tentang keutamaan nisfu syaban, mereka mengimaninya dan menegaskan adanya keutamaan malam tersebut. Diantara hadis pokok yang mereka jadikan landasan adalah hadis dari Abu Musa Al-Asy’ari;

Jakarta, NU Online Lailatul Qadar menjadi malam yang istimewa dan dinantikan umat Muslim di bulan Ramadhan. Allah swt menjanjikan menurunkan banyak keberkahan bagi siapa saja yang mendapatkan malam Lailatul Qadar. Meskipun tidak ada hadits atau firman dalam Al-Quran mengenai kapan waktu malam Lailatul Qadar. Namun sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan diyakini menjadi malam yang penuh keberkahan. Di antara malam-malam di bulan Ramadhan, malam Lailatul Qadar menjadi satu malam yang paling dinanti. Hal itu, termuat dalam tulisan KH Nuril Huda berjudul Kapan Lalilatul Qadar?’, yang menyebutkan bahwa dalam Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, dijelaskan, Nabi saw pernah ditanya tentang Lailatul Qadar. Beliau menjawab “Lailatul Qadar ada pada setiap bulan Ramadhan," HR Abu Dawud. Namun, menurut hadits lainnya yang diriwayatkan Aisyah, Nabi Muhammad SAW memerintahkan ‎تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ “Carilah Lailatul Qadar itu pada tanggal gasal dari sepuluh terakhir pada bulan Ramadhan,” HR. Bukhari. Dirahasiakanya tanggal pasti tentang Lailatul Qadar, menurut Kiai Nuril adalah untuk memotivasi umat agar terus beribadah, mencari rahmat dan ridha Allah kapan saja dan dimana saja, tanpa harus terpaku pada satu hari saja. “Jika malam Lailatul Qadar ini diberitahukan tanggal kepastiannya, maka orang akan beribadah sebanyak-banyaknya hanya pada tanggal tersebut dan tidak giat lagi beribadah ketika tanggal tersebut sudah lewat,” kata dia. Amalan mendapatkan Lailatul Qadar Adapun amalan untuk meraih malam Lailatul Qadar adalah sebagai berikut Dalam artikel berjudul Amalan agar Mendapatkan Malam Lailatul Qadar’, Profesor Muhammad Quraish Shihab mengungkapkan dua amalan agar seorang hamba bisa bertemu malam Lailatu Qadar. 1. Memperbanyak amal baik Dalam QS Al Qadr ayat 4 disebutkan dalam malam lailatul qadar, Malaikat turun. Ketika Malaikat turun dan mengunjungi seseorang, Malaikat senang dengan kebaikan, melingkupi kebaikan apa saja. Malaikat mendukung manusia yang berbuat baik. Dengan demikian, melakukan kebaikan secara terus-menerus bisa mengantarkan manusia mendapatkan malam lailatul qadar. 2. Menciptakan kedamaian Menciptakan kedamaian yang dimaksud adalah dengan melakukan hal-hal sederhana namun bermanfaat bagi orang lain. Dan, itu termuat dalam QS Al Qadr ayat 5, yang berbunyi, di malam lailatul qadar ada kedamaian sampai fajar. Misalnya, ketika manusia naik bus, banyak orang di bus, lalu hanya duduk diam, tidak menyapa samping kiri dan samping kanannya. Hal itu termasuk damai, tetapi damai pasif. Lain halnya dengan damai aktif yaitu ketika saling menyapa atau memberi sesuatu kepada orang lain dengan tujuan yang baik. Ini prinsip kedamaian yang dapat mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin seperti dijelaskan QS Al-Qadr ayat 5. Di saat itulah manusia mendapat malam kemuliaan, yaitu malam lailatul qadar. Pewarta Syifa Arrahmah Editor Syakir NF
Sedikitperkongsian mengenai kaedah didalam menentukan malam Lailatul Qadr yang dikongsikan oleh Syeikh Ahmad Fahmi Zamzam An-Nadwi Al-Banjari Al-Maliki diakhir pembacaan kitab Sairus Salikin pagi tadi. Berkata Syeikh حفظه الله, Maka bagaimana mereka mengaku mereka adalah Ahlul Bait (keluarga baginda Nabi Muhammad s.aw) sedangkan

Andi Posted On 14 April, 2023 Amalan-Amalan Lailatul Qadar Amalan-Amalan Lailatul Qadar ada dua jenis Amalan-Amalan yang dilaksanakan selama 3 malam dan disebut dengan amalan umum. Amalan-Amalan khusus setiap salah satu dari malam-malam Qadar malam ke-19, 21 dan 23. Amalan-Amalan Lailatul Qadr Amalan-Amalan Umum Mandi Dua rakaat shalat, di setiap rakaatnya membaca Al-Fatihah dan 7 kali Al-Ikhlas atau surah At-Tauhid, seusai salat beristighfar 70 kali اَسْتَغْفِرُ اللّهَ وَاَتُوبُ اِلَیهِ Menghidupkan malam-malam ini dengan beribadah dan tidak tidur Shalat 100 rakaat di setiap dua rakaat satu salam Membaca doa اَللهمَّ اِنّی اَمسیتُ لَکَ عَبداً» sampai akhir… Membaca doa Jausyan Kabir Membaca doa Ziarah Imam Husain as Menaruh Alquran di atas kepala dan bersumpah dengan 14 maksum. Malam ke-19 Berzikir seratus kali اَستَغفِرُاللهَ رَبّی و اَتوبُ اِلیهِ» Berzikir seratus kali اَلّلهُمَّ العَن قَتَلَةَ اَمیرِالمُؤمِنینَ» Berdoa اَللّهُمَّ اْجْعَلْ فیما تَقْضی وَتُقَدِّرُ مِنَ الاَْمْرِ الْمَحْتُومِ» sampai akhir… Malam ke-21 Membaca doa-doa yang berkaitan dengan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Membaca doa یا مُولِجَ اللَّیلِ فِی النَّهارِ sampai akhir Malam ke-23 Membaca doa-doa yang berkaitan dengan sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.. Membaca beberapa Surah Al-Ankabut، Ar-Rum dan Ad-dukhan Membaca seribu kali Surah Al-Qadr Membaca doa-doa Jausyan Kabir, Makarimul Akhlaq dan Al-Iftitah Mandi dipermulaan Malam dan mandi di akhirnya Membaca doa اَللَّهُمَّ امْدُدْ لِی فِی عُمُرِی وَ أَوْسِعْ لِی فِی رِزْقِی sampai akhir… Membaca اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِیمَا تَقْضِی وَ فِیمَا تُقَدِّرُ مِنَ الْأَمْرِ الْمَحْتُومِ sampai akhir… Membaca doa یا بَاطِنا فِی ظُهُورِهِ وَ یا ظَاهِرا فِی بُطُونِهِ sampai akhir… Membaca doa keselamatan Imam Zaman as. Source wikishia Post Views 2,670 Trending Now You may also like You are reading Amalan-Amalan Lailatul Qadar No Comment

Salatdi malam lailatul qadar ini terdiri atas salat isya, qiyamul lail, dan salat subuh. Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm mengatakan, salat isya dan salat subuh dapat dilaksanakan secara berjamaah.. 2. I'tikaf. Dr. Ahmad Abdurrazaq Al-Kubaisi dalam bukunya Itikaf Penting dan Perlu mengatakan, i'tikaf berasal dari bahasa Arab 'akafa yang bermakna menetap, mengurung Amalan umum ini terbagi dalam empat bagian Amalan yang Dilakukan pada Siang dan Malam Ramadhan Sayid Ibnu Thawus ra meriwayatkan dari Imam Muhammad Baqir dan Imam Ja’far Shadiq as, “Bacalah doa ini setelah melaksanakan shalat wajib dari awal hingga akhir Ramadhan.” اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ فِي عَامِي هَذَا وَ فِي كُلِّ عَامٍ مَا أَبْقَيْتَنِي فِي يُسْرٍ مِنْكَ وَ عَافِيَةٍ وَ سَعَةِ رِزْقٍ وَ لا تُخْلِنِي مِنْ تِلْكَ الْمَوَاقِفِ الْكَرِيمَةِ وَ الْمَشَاهِدِ الشَّرِيفَةِ وَ زِيَارَةِ قَبْرِ نَبِيِّكَ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ فِي جَمِيعِ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ فَكُنْ لِي اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِيمَا تَقْضِي وَ تُقَدِّرُ مِنَ الْأَمْرِ الْمَحْتُومِ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ مِنَ الْقَضَاءِ الَّذِي لا يُرَدُّ وَ لا يُبَدَّلُ أَنْ تَكْتُبَنِي مِنْ حُجَّاجِ بَيْتِكَ الْحَرَامِ الْمَبْرُورِ حَجُّهُمْ الْمَشْكُورِ سَعْيُهُمْ الْمَغْفُورِ ذُنُوبُهُمْ الْمُكَفَّرِ عَنْهُمْ سَيِّئَاتُهُمْ وَ اجْعَلْ فِيمَا تَقْضِي وَ تُقَدِّرُ أَنْ تُطِيلَ عُمُرِي [فِي طَاعَتِكَ‏] وَ تُوَسِّعَ عَلَيَّ رِزْقِي وَ تُؤَدِّيَ عَنِّي أَمَانَتِي وَ دَيْنِي آمِينَ رَبَّ الْعَالَمِينَ . Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku kemampuan untuk melaksanakan haji ke rumah mulia-Mu di tahun ini, di setiap tahun selama Engkau memberi kemudahan, kesehatan dan kelapangan rezeki dalam hidupku! Jangan Engkau halangi aku untuk menziarahi kubur Nabi-Mu, tempat-tempat dan makam-makam mulia di sana! Semoga shalawat-Mu selalu terlimpahkan kepada dia Muhammad dan keluarganya! Bantulah aku agar bisa memenuhi kebutuhan dunia dan akhirat! Ya Allah, aku memohon ketentuan pasti-Mu di malam lailatul qadar, qadha yang tidak dapat ditolak dan diubah! Catatlah aku sebagai bagian dari para peziarah rumah suci-Mu dengan haji yang rnakbur, dengan sa’i yang masykur, dan dosa-dosa yang terampuni! Catatlah itu sebagai ketentuan dan kepastian-Mu! Panjangkanlah umurku untuk menaati-Mu! Lapangkanlah rezekiku! Tunaikanlah amanah dan utang-utangku! Amin, Rabbal Alamin. Bacalah doa berikut ini setelah menunaikan shalat wajib يَا عَلِيُّ يَا عَظِيمُ يَا غَفُورُ يَا رَحِيمُ أَنْتَ الرَّبُّ الْعَظِيمُ الَّذِي لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْ‏ءٌ وَ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ وَ هَذَا شَهْرٌ عَظَّمْتَهُ وَ كَرَّمْتَهُ وَ شَرَّفْتَهُ وَ فَضَّلْتَهُ عَلَي الشُّهُورِ وَ هُوَ الشَّهْرُ الَّذِي فَرَضْتَ صِيَامَهُ عَلَيَّ وَ هُوَ شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أَنْزَلْتَ فِيهِ الْقُرْآنَ هُدًي لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَي وَ الْفُرْقَانِ وَ جَعَلْتَ فِيهِ لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَ جَعَلْتَهَا خَيْرا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ فَيَا ذَا الْمَنِّ وَ لا يُمَنُّ عَلَيْكَ مُنَّ عَلَيَّ بِفَكَاكِ رَقَبَتِي مِنَ النَّارِ فِيمَنْ تَمُنُّ عَلَيْهِ وَ أَدْخِلْنِي الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ Wahai yang Mahatinggi! Wahai yang Mahaagung! Wahai Maha Pengampun! Wahai Maha Pengasih! Engkaulah Tuhan Mahaagung! Tak sesuatu pun serupa dengan-Mu! Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui! Bulan ini adalah bulan yang Engkau agungkan, Engkau muliakan, dan Engkau utamakan melebihi bulan-bulan yang lain! Engkau wajibkan kami berpuasa di bulan ini! Bulan ini adalah bulan Ramadhan, Engkau turunkan al-Quran di dalamnya sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelas siapa yang memberi petunjuk, pemisah hak dan batil! Engkau tentukan malam al-Qadar di bulan ini, kemudian Engkau jadikan ia lebih baik dari seribu bulan! Wahai Pemilik anugerah yang tak pernah diberi anugerah! Selamatkan aku dari api neraka bersama orang-orang yang Engkau selamatkan! Masukkanlah aku ke surga demi rahmat-Mu! Wahai yang Lebih Pengasih dari para pengasih! Syekh Kafami dalam kitab al-Mishbah dan al-Balad al-Amin, serta Syekh Syahid dalam kumpulan doanya meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sesiapa membaca doa ini di bulan Ramadhan setiap setelah melaksanakan shalat wajib, Allah Ta’ala akan mengampuni dosa-dosanya hingga hari Kiamat.” Doa itu adalah sebagai berikut اللَّهُمَّ أَدْخِلْ عَلَي أَهْلِ الْقُبُورِ السُّرُورَ اللَّهُمَّ أَغْنِ كُلَّ فَقِيرٍ اللَّهُمَّ أَشْبِعْ كُلَّ جَائِعٍ اللَّهُمَّ اكْسُ كُلَّ عُرْيَانٍ اللَّهُمَّ اقْضِ دَيْنَ كُلِّ مَدِينٍ اللَّهُمَّ فَرِّجْ عَنْ كُلِّ مَكْرُوبٍ اللَّهُمَّ رُدَّ كُلَّ غَرِيبٍ اللَّهُمَّ فُكَّ كُلَّ أَسِيرٍ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ كُلَّ فَاسِدٍ مِنْ أُمُورِ الْمُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ اشْفِ كُلَّ مَرِيضٍ اللَّهُمَّ سُدَّ فَقْرَنَا بِغِنَاكَ اللَّهُمَّ غَيِّرْ سُوءَ حَالِنَا بِحُسْنِ حَالِكَ اللَّهُمَّ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَ أَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ إِنَّكَ عَلَي كُلِّ شَيْ‏ءٍ قَدِيرٌ . Ya Allah, bahagiakanlah para penghuni kubur! Ya Allah, penuhilah kebutuhan setiap orang fakir! Ya Allah, kenyangkanlah orang-orang yang kelaparan! Ya Allah, berilah pakaian orang-orang yang telanjang! Ya Allah, lunasilah utang orang-orang yang berutang! Ya Allah. bahagiakanlah orang-orang yang susah! Ya Allah. kembalikanlah orang-orang orang yang diasingkan! Ya Allah. bebaskanlah orang-orang yang ditawan! Ya Allah, perbaikilah setiap urusan Muslimin yang rusak! Ya Allah. sembuhkanlah orang-orang yang sakit. Ya Allah, tutupilah kefakiran kami dengan kekayaan-Mu! Ya Allah. ubahlah kondisi buruk kami dengan kebaikan-Mu! Ya Allah. lunasi lah utang kami dan cukupkanlah kefakiran kami! Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu! Syekh Kulaini meriwayatkan dari Abu Bashir bahwa Imam Ja’far Shadiq as selalu membaca doa berikut ini pada bulan Ramadhan. اللَّهُمَّ إِنِّي بِكَ وَ مِنْكَ أَطْلُبُ حَاجَتِي وَ مَنْ طَلَبَ حَاجَةً إِلَي النَّاسِ فَإِنِّي لا أَطْلُبُ حَاجَتِي إِلا مِنْكَ وَحْدَكَ لا شَرِيكَ لَكَ وَ أَسْأَلُكَ بِفَضْلِكَ وَ رِضْوَانِكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَي مُحَمَّدٍ وَ أَهْلِ بَيْتِهِ وَ أَنْ تَجْعَلَ لِي فِي عَامِي هَذَا إِلَي بَيْتِكَ الْحَرَامِ سَبِيلا حِجَّةً مَبْرُورَةً مُتَقَبَّلَةً زَاكِيَةً خَالِصَةً لَكَ تَقَرُّ بِهَا عَيْنِي وَ تَرْفَعُ بِهَا دَرَجَتِي وَ تَرْزُقَنِي أَنْ أَغُضَّ بَصَرِي وَ أَنْ أَحْفَظَ فَرْجِي وَ أَنْ أَكُفَّ بِهَا عَنْ جَمِيعِ مَحَارِمِكَ حَتَّي لا يَكُونَ شَيْ‏ءٌ آثَرَ عِنْدِي مِنْ طَاعَتِكَ وَ خَشْيَتِكَ وَ الْعَمَلِ بِمَا أَحْبَبْتَ وَ التَّرْكِ لِمَا كَرِهْتَ وَ نَهَيْتَ عَنْهُ وَ اجْعَلْ ذَلِكَ فِي يُسْرٍ وَ يَسَارٍ وَ عَافِيَةٍ وَ مَا أَنْعَمْتَ بِهِ عَلَيَّ وَ أَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ وَفَاتِي قَتْلا فِي سَبِيلِكَ تَحْتَ رَايَةِ نَبِيِّكَ مَعَ أَوْلِيَائِكَ وَ أَسْأَلُكَ أَنْ تَقْتُلَ بِي أَعْدَاءَكَ وَ أَعْدَاءَ رَسُولِكَ وَ أَسْأَلُكَ أَنْ تُكْرِمَنِي بِهَوَانِ مَنْ شِئْتَ مِنْ خَلْقِكَ وَ لا تُهِنِّي بِكَرَامَةِ أَحَدٍ مِنْ أَوْلِيَائِكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِي مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلا حَسْبِيَ اللَّهُ مَا شَاءَ اللَّهُ Ya Allah. melalui diri-Mu dan kepada-Mu aku memohon kebutuhanku! Aku tidak meminta keperluanku kecuali kepada-Mu! Tiada sekutu bagi-Mu! Aku memohon-Mu melalui karunia dan rida-Mu! Anugerahkanlah shalawat ke-pada Muhammad dan keluarganya! Lapangkanlah jalanku menuju rumah suci-Mu sebagai haji yang mabrur, diterima, suci dan murni hanya untuk-Mu di tahun ini! Karenanya aku bahagia! Karenanya Engkau angkat derajatku! Berilah aku kemampuan untuk menutup mataku, menjaga kemaluanku! Cegahlah aku dari segala yang Engkau haramkan, sehingga kepentinganku hanyalah taat kepada-Mu, takut kepada-Mu, mengamalkan segala yang Engkau senangi, meninggalkan segala yang Engkau benci dan larang! Permudah dan selamatkan-lah semua itu dan segala yang Engkau berikan kepadaku! Aku memohon-Mu agar kematianku terbunuh di jalan-Mu, di bawah panji Nabi-Mu, bersama kekasih-kekasih-Mu! Aku memohon-Mu agar memusnahkan musuh-musuh-Mu dan musuh-musuh Rasul-Mu! Aku memohon-Mu agar memuliakan aku! Hinakanlah makhluk yang Engkau kehendaki! Jangan Engkau hinakan aku karena tidak memiliki kemuliaan salah seorang kekasih-Mu. Ya Allah,anugerahkan kepadaku jalan bersama Rasul! Cukuplah Allah, bagiku adalah apa yang menjadi kehendak Allah! Amalan yang dilakukan pada malam Ramadhan Pertama, berbuka puasa. Disunahkan berbuka puasa setelah melaksanakan shalat magrib dan isya kecuali badan kita sangat lemah atau ada orang yang sedang menunggu untuk berbuka puasa bersama. Kedua, berbuka puasa dengan makanan yang bersih dari barang haram dan syubhat. Yang lebih baik adalah berbuka puasa dengan kurma yang halal sehingga pahala shalatnya menjadi empat ratus kali lipat. Jika kita berbuka puasa dengan kurma dan air putih, kurma ruthab, susu, manisan, atau air hangat, hal itu juga sangat baik. Ketiga, membaca doa sebelum berbuka puasa sehingga Allah menganugerahkan kepada kita pahala sebanyak orang yang berpuasa pada hari itu, seperti اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَ عَلَي رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَ عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, hanya dengan rezeki-Mu aku berbuka puasa, dan hanya kepada-Mu aku bertawakal. Jika kita membaca doa Allahumma Rabbannuril Adzim yang diriwayatkan oleh Sayid Ibnu Thawus dan Syekh Kaf’ami, kita akan mendapatkan keutamaan yang tak terhingga. Diriwayatkan bahwa ketika Amirul Mukminin as ingin berbuka puasa, beliau selalu membaca, بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَ عَلَي رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا فَتَقَبَّلْ [فَتَقَبَّلْهُ‏] مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ Dengan nama Allah. Ya Allah, hanya untuk-Mu kami berpuasa dan hanya dengan rezeki-Mu kami berbuka puasa. Maka, terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Keempat, membaca doa berikut ini pada suapan pertama. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ يَا وَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ اغْفِرْ لِي Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Wahai Yang luas ampunan-Nya, ampunilah daku. Kelima, membaca surah al-Qadr ketika sedang berbuka puasa. Keenam, bersedekah dan memberi makan kepada orang-orang yang berpuasa ketika waktu berbuka puasa tiba meskipun dengan beberapa butir kurma atau seteguk air. Rasulullah saw bersabda, “Sesiapa memberikan makanan kepada orang yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa pahalanya dikurangi sedikit pun dan juga akan memperoleh seperti pahala kebajikan yang dilakukannya karena energi yang diperolehnya dari makanan itu.” Ayatullah Allamah Hilli ra dalam buku ar-Risalah os-So’divob meriwayatkan bahwa Imam Ja’far Shadiq as berkata, “Seorang mukmin yang memberikan sesuap makanan kepada mukmin yang lain pada bulan puasa, Allah Ta’ala akan menulis baginya pahala orang yang telah membebaskan tiga puluh budak mukmin dan ia akan memiliki satu doa yang pasti dikabulkan di sisi-Nya.” Ketujuh, membaca surah al-Qadr seribu kali setiap malam seperti disebutkan dalam sebuah riwayat. Kedelapan, membaca surah ad-Dukhan seratus kali setiap malam jika mampu. Kesembilan, Sayid Ibnu Thawus meriwayatkan bahwa sesiapa membaca doa berikut ini di setiap malam bulan Ramadhan, dosa-dosanya selama empat puluh tahun akan diampuni. اللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِي أَنْزَلْتَ فِيهِ الْقُرْآنَ وَ افْتَرَضْتَ عَلَي عِبَادِكَ فِيهِ الصِّيَامَ صَلِّ عَلَي مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ ارْزُقْنِي حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ فِي عَامِي هَذَا وَ فِي كُلِّ عَامٍ وَ اغْفِرْ لِي تِلْكَ الذُّنُوبَ الْعِظَامَ فَإِنَّهُ لا يَغْفِرُهَا غَيْرُكَ يَا رَحْمَانُ يَا عَلامُ Ya Allah, Tuhan bulan Ramadhan yang Engkau telah menurunkan al-Quran di dalamnya dan Engkau telah mewajibkan puasa atas ham-ba-hamba-Mu di bulan tersebut, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, anugerahkan padaku haji ke Rumah-Mu yang mulia di tahun ini dan di setiap tahun, dan ampunilah dosa-dosaku yang besar itu, karena tiada yang dapat mengampuninya selain-Mu, wahai yang Maha Pengasih, wahai yang Maha Mengetahui. Kedua belas, membaca doa berikut ini setiap malam. اللَّهُمَّ بِرَحْمَتِكَ فِي الصَّالِحِينَ فَأَدْخِلْنَا وَ فِي عِلِّيِّينَ فَارْفَعْنَا وَ بِكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ مِنْ عَيْنٍ سَلْسَبِيلٍ فَاسْقِنَا وَ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ بِرَحْمَتِكَ فَزَوِّجْنَا وَ مِنَ الْوِلْدَانِ الْمُخَلَّدِينَ كَأَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌ مَكْنُونٌ فَأَخْدِمْنَا وَ مِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ وَ لُحُومِ الطَّيْرِ فَأَطْعِمْنَا وَ مِنْ ثِيَابِ السُّنْدُسِ وَ الْحَرِيرِ وَ الْإِسْتَبْرَقِ فَأَلْبِسْنَا وَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَ حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ وَ قَتْلا فِي سَبِيلِكَ فَوَفِّقْ لَنَا وَ صَالِحَ الدُّعَاءِ وَ الْمَسْأَلَةِ فَاسْتَجِبْ لَنَا [يَا خَالِقَنَا اسْمَعْ وَ اسْتَجِبْ لَنَا] وَ إِذَا جَمَعْتَ الْأَوَّلِينَ وَ الْآخِرِينَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَارْحَمْنَا وَ بَرَاءَةً مِنَ النَّارِ فَاكْتُبْ لَنَا وَ فِي جَهَنَّمَ فَلا تَغُلَّنَا وَ فِي عَذَابِكَ وَ هَوَانِكَ فَلا تَبْتَلِنَا وَ مِنَ الزَّقُّومِ وَ الضَّرِيعِ فَلا تُطْعِمْنَا وَ مَعَ الشَّيَاطِينِ فَلا تَجْعَلْنَا وَ فِي النَّارِ عَلَي وُجُوهِنَا فَلا تَكْبُبْنَا [تَكُبَّنَا] وَ مِنْ ثِيَابِ النَّارِ وَ سَرَابِيلِ الْقَطِرَانِ فَلا تُلْبِسْنَا وَ مِنْ كُلِّ سُوءٍ يَا لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ بِحَقِّ لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ فَنَجِّنَا . Ya Allah, demi rahmat-Mu ke dalam golongan orang-orang saleh masukkanlah kami, di dalam surga illiyyin angkatlah derajat kami, dari mata air Salsabil berikanlah kami minum, dengan Hurul Ain-dengan rahmat-Mu nikahkanlah kami, dari budak-budak abadi surga yang gemerlapan bak mutiara tersimpan berikanlah kami pembantu, dari buah-buahan surga dan daging-daging burung berilah makan kami, dari kain-kain sutra berilah kami pakaian, lailatul qadar, haji ke Rumah-Mu yang suci, dan terbunuh di jalan-Mu berikan kami taufik untuk menggapainya, dan kabulkanlah doa dan permohonan kami yang layak, wahai Pencipta kami, dengarkanlah dan kabulkanlah, jika Engkau mengumpulkan seluruh umat manusia dari awal hingga akhir pada hari Kiamat, kasihanilah kami, kebebasan dari api neraka tuliskanlah untuk kami, di dalam jeratan jahanam jangan Kaubelenggu kami, ke dalam siksa dan penghinaan-Mu jangan Kaujerumuskan kami, dari buah Zaqqum dan buah-buahan pahit jangan Kauberi kami makan, bersama setan jangan Kaujadikan kami, ke dalam neraka jangan sungkurkan kami, dari pakaian-pakaian neraka dan baju-baju lusuh berdaki penduduk neraka jangan Kaupakaikan kepada kami, dan dari segala keburukan wahai Yang tiada tuhan selain Engkau demi laa ilaaha illallah selamatkanlah kami. Ketiga belas, diriwayatkan dari Imam Ja’far Shadiq as, “Bacalah setiap malam bulan Ramadhan, اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ فِيمَا تَقْضِي وَ تُقَدِّرُ مِنَ الْأَمْرِ الْمَحْتُومِ فِي الْأَمْرِ الْحَكِيمِ مِنَ الْقَضَاءِ الَّذِي لا يُرَدُّ وَ لا يُبَدَّلُ أَنْ تَكْتُبَنِي مِنْ حُجَّاجِ بَيْتِكَ الْحَرَامِ الْمَبْرُورِ حَجُّهُمْ الْمَشْكُورِ سَعْيُهُمْ الْمَغْفُورِ ذُنُوبُهُمْ الْمُكَفَّرِ عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ [عَنْهُمْ سَيِّئَاتُهُمْ‏] وَ أَنْ تَجْعَلَ فِيمَا تَقْضِي وَ تُقَدِّرُ أَنْ تُطِيلَ عُمُرِي فِي خَيْرٍ وَ عَافِيَةٍ وَ تُوَسِّعَ فِي رِزْقِي وَ تَجْعَلَنِي مِمَّنْ تَنْتَصِرُ بِهِ لِدِينِكَ وَ لا تَسْتَبْدِلْ بِي غَيْرِي . Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, di dalam ketentuan dan kepastian yang akan Kautentukan dalam qadha dan qadar yang bijaksana dan tidak akan dapat diganti dan diubah tuliskanlah aku di antara para peziarah rumah suci-Mu yang mabrur haji mereka, yang disyukuri usaha mereka, yang diampuni dosa-dosa mereka, dan yang tertebus kejelekan-kejelekan mereka, dan di dalam qadha dan qadar yang akan Kautentukan panjangkanlah umurku dalam kebajikan dan afiat, lapangkanlah rezekiku, dan jadikan aku di antara orang-orang Kaumenangkan agama-Mu dengan perantara mereka, serta jangan Kauganti aku dengan orang selainku. Keempat belas, dalam kitab Anis ash-Shalihin disebutkan membaca doa ini setiap malam bulan Ramadhan. أَعُوذُ بِجَلالِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ أَنْ يَنْقَضِيَ عَنِّي شَهْرُ رَمَضَانَ أَوْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ مِنْ لَيْلَتِي هَذِهِ وَ لَكَ قِبَلِي ذَنْبٌ أَوْ تَبِعَةٌ تُعَذِّبُنِي عَلَيْهِ . إِلهِي وَقَفَ السَّائِلُونَ بِبابِكَ، وَلاذَ الفُقَراءُ بِجَنابِكَ وَوَقَفَتْ سَفِينَةُ المَساكِينِ عَلي ساحِلِ بَحْرِ جُودِكَ وَكَرَمِكَ يَرْجُونَ الجَوازَ إِلي ساحَةِ رَحْمَتِكَ وَنِعْمَتِكَ. إِلهِي إِنْ كُنْتَ لاتَرْحَمُ فِي هذا الشَّهْرِ الشَّرِيفِ إِلاّ مَنْ أَخْلَصَ لَكَ فِي صِيامِهِ وَقِيامِهِ فَمَنْ لِلْمُذْنِبِ المُقَصِّرِ إِذا غَرِقَ فِي بَحْرِ ذُنُوبِهِ وَآثامِهِ إِلهِي إِنْ كُنْتَ لاتَرْحَمُ إِلاّ المُطِيعِينَ فَمَنْ لِلْعاصِينَ وَإِنْ كُنْتَ لاتَقْبَلُ إِلاّ مِنَ العامِلِينَ فَمَنْ لِلْمُقَصِّرِينَ إِلهِي رَبِحَ الصَّائِمُونَ، وَفازَ القَائِمُونَ، وَنَجا المُخْلِصُونَ، وَنَحْنُ عَبِيدُكَ المُذْنِبُونَ. فَارْحَمْنا بِرَحْمَتِكَ، وَاعْتِقْنا مِنَ النَّارِ بِعَفْوِكَ، وَاغْفِرْ لَنا ذُنُوبَنا بِرَحْمَتِكَ. يا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. Aku berlindung kepada keagungan “wajah”-Mu yang mulia hendaknya jangan sampai bulan Ramadhan berlalu atau fajar malamku ini terbit sedangkan Engkau masih memiliki tagihan atasku atau aku masih berlumuran dosa yang karenanya Engkau akan menyiksaku. Wahai Sembahanku! Para peminta berdiri di depan pintu-Mu, para fakir berlindung di sisi-Mu, bahtera orang-orang miskin berlabuh di tepi pantai laut kemurahan dan kedermawanan-Mu mengharap untuk bisa melintasi kawasan rahmat dan nikmat-Mu. Wahai Sembahanku! Jika di bulan Ramadhan yang mulia ini Engkau tidak menyayangi kecuali hamba-hamba yang dengan ikhlas berpuasa dan shalat maka bagaimanakah dengan hamba-hamba yang berdosa yang tenggelam dalam lautan dosa dan kesalahannya? Wahai sembahanku jika Engkau tidak menyayangi kecuali orang-orang yang taat maka bagaimanakah dengan pemaksiat? Jika Engkau tidak mengabulkan kecuali orang-orang yang beramal bagaimana dengan yang tidak beramal? Wahai Sembahanku! Beruntunglah orang-orang yang berpuasa, menanglah orang-orang yang shalat, selamatlah orang-orang yang ikhlas, kami adalah hamba-Mu yang berdosa maka sayangilah kami dengan rahmat-Mu, bebaskan kami dari siksa neraka dengan maaf-Mu, dan ampunilah segala dosa kami dengan rahmat-Mu wahai Zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Doa saat sahur Ketujuh, membaca doa berikut ini. Doa ini disebutkan dalam kitab Iqbal al-Amal dan termasuk doa-doa sahar yang terpendek. يَا مَفْزَعِي عِنْدَ كُرْبَتِي وَ يَا غَوْثِي عِنْدَ شِدَّتِي إِلَيْكَ فَزِعْتُ وَ بِكَ اسْتَغَثْتُ وَ بِكَ لُذْتُ لا أَلُوذُ بِسِوَاكَ وَ لا أَطْلُبُ الْفَرَجَ إِلا مِنْكَ فَأَغِثْنِي وَ فَرِّجْ عَنِّي يَا مَنْ يَقْبَلُ الْيَسِيرَ وَ يَعْفُو عَنِ الْكَثِيرِ اقْبَلْ مِنِّي الْيَسِيرَ وَ اعْفُ عَنِّي الْكَثِيرَ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانا تُبَاشِرُ بِهِ قَلْبِي وَ يَقِينا حَتَّي أَعْلَمَ أَنَّهُ لَنْ يُصِيبَنِي إِلا مَا كَتَبْتَ لِي وَ رَضِّنِي مِنَ الْعَيْشِ بِمَا قَسَمْتَ لِي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ يَا عُدَّتِي فِي كُرْبَتِي وَ يَا صَاحِبِي فِي شِدَّتِي وَ يَا وَلِيِّي فِي نِعْمَتِي وَ يَا غَايَتِي فِي رَغْبَتِي أَنْتَ السَّاتِرُ عَوْرَتِي وَ الْآمِنُ رَوْعَتِي وَ الْمُقِيلُ عَثْرَتِي فَاغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. Wahai tempat Pelarianku di saat kesedihanku. wahai Penolongku di saat kesulitanku, hanya kepada-Mu aku berlindung, meminta pertolongan, dan bernaung, aku tidak akan bernaung kepada selain-Mu dan tidak akan mencari kelapangan kecuali dari-Mu. Berikanlah pertolongan kepadaku dan lapangkanlah kesulitan ku. Wahai yang Menerima yang sedikit dan Memaafkan dosa yang banyak, terimalah amalku yang sedikit dan maafkanlah dosa ku yang banyak. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu iman yang dengannya Kauawasi kalbuku dan keyakinan sehingga aku mengetahui bahwa tidak akan menimpaku kecuali apa yang telah Kautulis bagiku dalam kehidupan ini, ridakanlah aku dengan apa yang telah Kaubagikan untukku, wahai yang Lebih Pengasih dari para pengasih. Wahai Persiapanku di saat kesedihanku, wahai Sahabatku di saat kesulitanku, wahai Pemberi karunia ku, wahai Puncak keinginanku, Engkaulah penutup celaku, Pengaman ketakutanku, dan Pengampun ketergelinciranku, ampunilah kesalahanku, wahai yang Lebih Pengasih dari para pengasih. Kedelapan, membaca tasbih berikut ini. Tasbih ini disebutkan di dalam kitab al-Iqbal. سُبْحَانَ مَنْ يَعْلَمُ جَوَارِحَ الْقُلُوبِ سُبْحَانَ مَنْ يُحْصِي عَدَدَ الذُّنُوبِ سُبْحَانَ مَنْ لا يَخْفَي عَلَيْهِ خَافِيَةٌ فِي السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرَضِينَ سُبْحَانَ الرَّبِّ الْوَدُودِ سُبْحَانَ الْفَرْدِ الْوِتْرِ سُبْحَانَ الْعَظِيمِ الْأَعْظَمِ سُبْحَانَ مَنْ لا يَعْتَدِي عَلَي أَهْلِ مَمْلَكَتِهِ سُبْحَانَ مَنْ لا يُؤَاخِذُ أَهْلَ الْأَرْضِ بِأَلْوَانِ الْعَذَابِ سُبْحَانَ الْحَنَّانِ الْمَنَّانِ سُبْحَانَ الرَّءُوفِ الرَّحِيمِ سُبْحَانَ الْجَبَّارِ الْجَوَادِ سُبْحَانَ الْكَرِيمِ الْحَلِيمِ سُبْحَانَ الْبَصِيرِ الْعَلِيمِ سُبْحَانَ الْبَصِيرِ الْوَاسِعِ سُبْحَانَ اللَّهِ عَلَي إِقْبَالِ النَّهَارِ سُبْحَانَ اللَّهِ عَلَي إِدْبَارِ النَّهَارِ سُبْحَانَ اللَّهِ عَلَي إِدْبَارِ اللَّيْلِ وَ إِقْبَالِ النَّهَارِ [سُبْحَانَ اللَّهِ عَلَي إِقْبَالِ النَّهَارِ وَ إِدْبَارِ اللَّيْلِ سُبْحَانَ اللَّهِ عَلَي إِقْبَالِ النَّهَارِ وَ إِقْبَالِ اللَّيْلِ‏] وَ لَهُ الْحَمْدُ وَ الْمَجْدُ وَ الْعَظَمَةُ وَ الْكِبْرِيَاءُ مَعَ كُلِّ نَفَسٍ وَ كُلِّ طَرْفَةِ عَيْنٍ وَ كُلِّ لَمْحَةٍ سَبَقَ فِي عِلْمِهِ سُبْحَانَكَ مِلْأَ مَا أَحْصَي كِتَابُكَ سُبْحَانَكَ زِنَةَ عَرْشِكَ سُبْحَانَكَ سُبْحَانَكَ سُبْحَانَكَ . Mahasuci Zat yang Mengetahui malapetaka-malapetaka hati. Mahasuci Zat yang Menghitung jumlah dosa. Mahasuci Zat yang tidak tersembunyi bagi-Nya segala yang tersembunyi di langit dan di bumi. Mahasuci Tuhan yang Maha Pengasih. Mahasuci Zat yang Maha Esa nan Tunggal. Mahasuci Zat yang Mahaagung nan Teragung. Mahasuci Zat yang tidak pernah berbuat zalim terhadap penduduk kerajaan-Nya. Mahasuci Zat yang tidak menyiksa penduduk bumi dengan aneka ragam siksa. Mahasuci Zat yang Mahakasih nan Penganugerah. Mahasuci Zat yang Mahabelas kasih nan Penyayang. Mahasuci Zat yang Mahaperkasa dan Dermawan. Mahasuci Zat yang Maha Pemurah dan Penyabar. Mahasuci Zat yang Maha Melihat dan Mengetahui. Mahasuci Zat yang Maha Melihat dan Mahaluas, Mahasuci Allah atas kedatangan siang. Mahasuci Allah atas kepergian siang. Mahasuci Allah atas kepergian malam dan kedatangan siang. Mahasuci Allah atas kedatangan siang dan kepergian malam. Mahasuci Allah atas kedatangan siang dan malam. Hanya bagi-Nya segala pujian, kemuliaan, keagungan, dan kebesaran disertai dengan setiap hembusan napas, kedipan mata, dan setiap isyarat yang telah termaktub dalam ilmu-Nya. Mahasuci Engkau sebanyak yang dapat dihitung oleh kitab-Mu. Mahasuci Engkau sebanyak timbangan Arsy-Mu. Mahasuci Engkau, Mahasuci Engkau, Mahasuci Engkau. Ketahuilah, para ulama menganjurkan, jika kita berniat puasa setelah memakan sahur, hal itu adalah lebih baik. Akan tetapi, kita memiliki kesempatan untuk berniat puasa dari awal malam hingga akhir malam. Niat adalah kita mengetahui dan bermaksud untuk melakukan puasa esok hari dan meninggalkan segala yang dapat membatalkannya. Selayaknya kita melakukan shalat malam tahajjud di waktu-waktu sahar ini. Post Views 237
Berikuttanda-tanda malam Lailatul Qadar lengkap dengan bacaan doa dan amalan pada 10 hari terakhir. - Halaman all
Salah satu keistimewaan dan keutamaan Ramadhan adalah di dalamnya terdapat malam lailatul qadar. Malam ini ditunggu-tunggu oleh setiap umat Islam. Setiap orang berharap agar bertemu dengan malam tersebut karena itu malam terbaik dari seribu saja Rasulullah SAW tidak menjelaskan secara pasti kapan terjadi lailatul qadar. Para ulama pun beda pendapat mengenai hal ini. Tujuan dari perahasiaan kedatangan malam ini adalah agar umat Islam selalu beribadah dan memperbanyak amal saleh sembari berharap bertemu lailatul An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menjelaskan ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan di malam lailatul qadar. Ia menjelaskanروينا بالأسانيد الصحيحة في كتب الترمذي والنسائي وابن ماجه وغيرها عن عائشة رضي الله عنها قالتْ قلتُ يارسول اللَّه إن علمتُ ليلة القدر ما أقول فيها؟ قال " قُولي اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فاعْفُ عَنِّيقال أصحابَنا رحمهم الله يُستحبّ أن يُكثِر فيها من هذا الدعاء، ويُستحبّ قراءةُ القرآن وسائر الأذكار والدعوات المستحبة في المواطن الشريفة.....قال الشافعي رحمه الله أستحبّ أن يكون اجتهادُه في يومها كاجتهاده في ليلتها، هذا نصّه، ويستحبّ أن يُكثرَ فيها من الدعوات بمهمات المسلمين، فهذا شعار الصالحين وعباد الله “Kami riwayatkan dari sanad yang shahih dalam kitab al-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan lain-lain bahwa Aisyah pernah berkata, Wahai Rasulullah, andaikan aku mengetahui lailatul qadar, apa yang bagus aku baca?’ Rasulullah menjawab, Bacalah Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu anni’ Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.’Ulama kami berkata, disunahkan memperbanyak baca doa ini, baca Al-Qur’an, zikir, dan doa-doa yang disunahkan pada tempat atau waktu yang mulia….Imam As-Syafi’I berkata, Aku menyukai memperbanyak ibadah tersebut di siang hari sebagaimana di malam hari.’ Dianjurkan juga memperbanyak doa-doa yang penting bagi umat Islam. Ini tanda orang-orang saleh dan hamba Allah yang arif.”Berdasarkan penjelasan Imam An-Nawawi ini, ada beberapa amalan yang biasa dilakukan pada lailatul qadar. Meskipun kita tidak tahu secara pasti kapan datangnya lailatul qadar, yang penting amalan ini dilakukan selama bulan Ramadhan, khususnya sepuluh terakhir antara amalan yang bisa dilakukan adalah memperbanyak baca doaAllahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu anni’ Artinya, “Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.”Dianjurkan juga memperbanyak baca Al-Qur’an, zikir, dan doa-doa yang bermanfaat untuk umat Islam. Dalam pandangan Imam As-Syafi’i, amalan ini sebaiknya tidak hanya dilakukan di malam hari saja, tapi juga diperbanyak siang hari. Pasalnya, ia sendiri sangat menyukai melakukan amalan ini di siang hari, sebagaimana kesungguhannya di malam hari. Wallahu alam. Hengki Ferdiansyah
Malamlailatul qadar (Malam seribu bulan), pada malam ini pertolongan Allah kepada manusia semakin menguat, terlebih lagi dalam menyebut malam lailatul qadar ini, Allah berfirman “malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan” (yakni kurang lebih sepadan dengan usia seseorang. Inilah bukti bahwa malam lailatul qadar adalah
Naskah khutbah Jumat kali ini menjelaskan lima 5 amalan untuk meraih Lailatul Qadar. Sebuah malam mulia yang khusus diberikan oleh Allah swt untuk umat Nabi Muhammad saw ini menaruh perhatian lebih bagi seluruh muslim di dunia. Karena melakukan ibadah pada malam tersebut akan dilipatgandakan pahalanya. Sehingga momen malam mulia tersebut dikategorikan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Teks khutbah Jumat berikut ini berjudul Khutbah Jumat “Khutbah Jumat 5 Amalan untuk Meraih Lailatul Qadar”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini pada tampilan desktop. Semoga bermanfaat! Redaksi. اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي نَزَّلَ الْقُرْآنَ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ لَيْلَةُ الْقَدْرِخَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ كِتَابِهِ الْكَرِيْم اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah Melalui mimbar ini, khatib mengajak kepada jama’ah muslim semuanya untuk senantiasa meningkatkan kualitas takwa dan rasa syukur kita kepada Allah swt yang telah memberikan beribu nikmat, diantanya nikmat iman dan takwa. Sehingga kita sebagai hamba patut untuk terus meningkatkan dan menguatkan ketakwaan dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya. Ketakwaan adalah perantara untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah swt dan juga sesama manusia pada umumnya. Kita sebagai manusia patut bertakwa karena takwa adalah tiket untuk mendapatkan ampunan Allah swt sehingga takwa menjadi pemicu agar kita bisa menjalankan ibadah sebagai tugas utama yang diberikan di dunia. Rasa syukur juga perlu kita kuatkan, karena Allah swt sudah memberikan banyak nikmat kepada kita semua sampai tidak sanggup untuk menghitungnya. Rasa syukur adalah bentuk nyata penciptaan manusia sebagai hamba lemah yang selalu menunggu pertolongan dan perlindungannya. Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah Pada kesempatan khutbah ini, khatib mengajak kepada diri sendiri dan jamaah sekalian untuk memperbanyak ibadah menjelang akhir bulan Ramadhan ini dengan berdzikir, sholat sunnah dan memperbanyak sedekah terhadap sesama. Tentu kita semua tidak asing dengan nasihat dan anjuran untuk meningkatkan kualitas ibadah di akhir bulan Ramadhan, sebab akhir bulan Ramadhan terdapat sebuah momen istimewa yaitu sebuah malam yang memiliki kemuliaan yang pahalanya lebih dari seribu bulan. Momen tersebut adalah malam Lailatul Qadar yang selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di dunia. Malam yang memiliki keutamaan lebih dari seribu bulan tersebut waktunya dirahasiakan oleh Allah swt untuk menguji keikhlasan kita dalam beribadah, namun Rasulullah saw memberikan tanda-tanda terjadinya malam tersebut di sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Sayyidatina Aisyah عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ Artinya, “Rasulullah saw meningkatkan kesungguhan ibadahnya di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, hal yang tidak beliau lakukan pada hari lainya,” HR. Muslim, Ibnu Majah, Khuzaimah dan Ahmad. عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ، أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ Artinya, “Dari Aisyah ra berkata” Rasulullah saw ketika memasuki sepuluh terakhir Ramadhan beliau menghidupkan malam itu, membangunkankeluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya.” Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah Malam Lailatul Qadar tidak hanya memiliki keistimewaan lebih utama dari seribu bulan namun juga memiliki kemuliaan karena Al-Qur’an turun pada malam tersebut. Diturunkannya Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar menjadi momentum untuk kembali merenungi penciptaan manusia yang sebenarnya dan pembebasan dari kezaliman yang terjadi sebelum Al-Qur’an diturunkan. Allah swt berfirman dalam surat Al-Qadr ayat 1 yang berbunyi إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ Artinya, “ Sesungguhnya Kami telah menurunkannya Al-Quran pada malam Lailatul Qadar.” Dengan demikian, dari ayat dan hadits di atas, kita sebagai seorang hamba sudah seharusnya mencari bekal untuk kehidupan di akhirat kelak, sehingga memperbanyak ibadah di malam mulia ini sangat dianjurkan untuk menunjukan sikap kehambaan kita dengan memperbanyak ibadah. Setidaknya ada lima amalan agar dapat meraih keistimewaan malam mulia tersebut. Pertama, mendirikan shalat sunnah dengan istiqomah terutama shalat sunnah yang dianjurkan seperti shalat tahajud dan salat tasbih dengan berjamaah. Shalat sunnah yang dilakukan pada malam hari yaitu dalam waktu antara setelah shalat isya dan subuh memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah kesempatan terkabulnya doa. oleh karena itu amalan shalat sunnah mala mini sangat dianjurkan untuk dilakukan menjelang akhir bulan Ramadhan. Kedua, perbanyaklah berdzikir kepada Allah swt dan berdoa untuk meminta ampunan. Amalan ini bisa mengantarkan kita untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar, karena berdzikir adalah perintah dari Allah swt yang difirmankan dalam surat Al-A’raf ayat 205 وَٱذْكُر رَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ ٱلْجَهْرِ مِنَ ٱلْقَوْلِ بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْغَٰفِلِينَ Artinya, “Ingatlah tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.” QS Al-A’raf 205. Dari ayat di atas dapat kita ambil hikmahnya bahwa sesibuk apapun kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari namun alangkah baiknya untuk tetap berdzikir kepada Allah swt kapanpun dan dimanapun kita berada. Ketiga, amalan yang dianjurkan untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar adalah melakukan i’tikaf di masjid. I’tikaf berarti berdiam diri di masjid dengan niat tertentu. Rasulullah saw juga melakukan hal tersebut sebagaimana yang disebutkan oleh Sayyidatina Aisyah عَنْ عَائِشَة كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ Artinya, ”Dari Aisyah ra, ia mengatakan bahwa Rasulullah saw melakukan i’tikaf setelah tanggal dua puluh Ramadhan hingga akhir hayatnya,” HR Al-Bukhari dan Muslim. Keempat, bersedekahlah dengan ikhlas. Umat Islam sangat dianjurkan untuk saling membantu sesama muslim oleh karena itu dianjurkan bersedekah. Terutama bersedekah di sepuluh hari terakhir bulan penuh berkah ini sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. عَنْ أَنَسٍ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ صَدَقَةُ رَمَضَانَ. رواه البيهقي Artinya, “Dari Anas ra ia berkata, bahwa Rasulullah saw pernah ditanya, apakah sedekah yang paling utama? Ia menjawab sedekah di bulan Ramadhan.” HR Al-Baihaqi. Hadits di atas menunjukan betapa besarnya balasan untuk orang yang melakukan sedekah di akhir bulan Ramadhan terutama pada sepuluh hari terakhir menjelang perginya bulan Ramadhan. باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ Khutbah II اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ Dr. KH Rofiq Mahfudz, Wakil Sekretaris PWNU Jawa Tengah dan Pengasuh Pesantren Ar-Rais Cendikia Kota Semarang.

Simak Berikut Doa dan 5 Amalan Lailatul Qadar. Jakarta: Lailatul qadar merupakan malam yang istimewa bagi umat Islam di bulan Ramadan. Sebab, bila seorang muslim mengerjakan kebaikan-kebaikan di malam itu, nilainya lebih baik dari mengerjakan kebaikan selama seribu bulan. Memperbanyak amalan di malam tersebut dianggap lebih baik daripada

Kita tahu malam Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan. Malam tersebut disebutkan dalam ayat yang mulia, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ 3 تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ 4 سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ 5 “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.” QS. Al-Qadr 3-5 An-Nakha’i mengatakan, “Amalan di lailatul qadar lebih baik dari amalan di 1000 bulan.” Lihat Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 341. Mujahid, Qatadah, dan ulama lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah shalat dan amalan pada lailatul qadar lebih baik dari shalat dan puasa di 1000 bulan yang tidak terdapat lailatul qadar. Zaad Al-Masiir, 9191. Ini sungguh keutamaan lailatul qadar yang luar biasa. Pertama Semangat ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, dengan menghidupkan malam-malam yang ada dan membangunkan keluarga, amalan yang diisi adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an dan dzikir. Dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata, كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ – “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa ketika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau kencangkan sarungnya bersungguh-sungguh dalam ibadah dengan meninggalkan istri-istrinya, menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.” HR. Bukhari, no. 2024 dan Muslim, no. 1174. Kedua Menghadiri shalat Shubuh dan Isya berjamaah Sebagaimana dinukil oleh Imam Asy-Syafi’i dalam Al-Umm dari sekelompok ulama Madinah dan dinukil pula sampai pada Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma disebutkan, أَنَّ إِحْيَاءَهَا يَحْصُلُ بِأَنْ يُصَلِّيَ العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ وَ يَعْزِمُ عَلَى أَنْ يُصَلِّيَ الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ “Menghidupkan malam lailatul qadar itu bisa dengan melaksanakan shalat Isya’ berjamaah dan bertekad untuk melaksanakan shalat Shubuh secara berjamaah.” Dikatakan oleh Imam Malik dalam Al-Muwatha’, Ibnul Musayyib menyatakan, مَنْ شَهِدَ لَيْلَةَ القَدْرِ ـ يَعْنِي فِي جَمَاعَةٍ ـ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا “Siapa yang menghadiri shalat berjamaah pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar tersebut.” Dalam perkataan Imam Syafi’i yang qadim yang lama, مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ وَ الصُّبْحَ لَيْلَةَ القَدْرِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا “Siapa yang menghadiri shalat Isya’ dan shalat Shubuh pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut.” Semua perkataan di atas diambil dari Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 329. Apa yang dikatakan oleh Imam Syafi’i dan ulama lainnya di atas sejalan dengan hadits dari Utsman bin Affan radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ “Siapa yang menghadiri shalat Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.” HR. Muslim, no. 656 dan Tirmidzi, no. 221. Catatan Amalan kedua bisa dilakukan selama tidak dilarang berkumpul-kumpul di masjid seperti masa pandemi saat ini. Ketiga Melakukan shalat malam pada malam Lailatul Qadar Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” HR. Bukhari, no. 1901 Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah mengatakan bahwa yang dimaksud iimaanan’ karena iman adalah membenarkan janji Allah yaitu pahala yang diberikan bagi orang yang menghidupkan malam tersebut. Sedangkan ihtisaaban’ bermakna mengharap pahala dari sisi Allah, bukan karena mengharap lainnya yaitu contohnya berbuat riya’. Lihat Fath Al-Baari, 4251 Keempat Mengamalkan doa pada malam Lailatul Qadar Dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى “Jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa doa yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu alaihi wa sallam, “Berdoalah ALLAHUMMA INNAKA AFUWWUN TUHIBBUL AFWA FA’FU’ANNI artinya Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–.” HR. Tirmidzi, no. 3513 dan Ibnu Majah, no. 3850. Abu Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih. Baca penjelasan dan kandungan Doa pada malam Lailatul Qadar. Ibnu Rajab rahimahullah memberi penjelasan menarik, و إنما أمر بسؤال العفو في ليلة القدر بعد الإجتهاد في الأعمال فيها و في ليالي العشر لأن العارفين يجتهدون في الأعمال ثم لا يرون لأنفسهم عملا صالحا و لا حالا و لا مقالا فيرجعون إلى سؤال العفو كحال المذنب المقصر “Dianjurkan banyak meminta maaf atau ampunan pada Allah di malam lailatul qadar setelah sebelumnya giat beramal di malam-malam Ramadhan dan juga di sepuluh malam terakhir. Karena orang yang arif bijak adalah yang bersungguh-sungguh dalam beramal, namun dia masih menganggap bahwa amalan yang ia lakukan bukanlah amalan, keadaan, atau ucapan yang baik saleh. Oleh karenanya, ia banyak meminta ampun pada Allah seperti orang yang penuh kekurangan karena dosa.” Yahya bin Mu’adz pernah berkata, ليس بعارف من لم يكن غاية أمله من الله العفو “Bukanlah orang yang arif bijak jika ia tidak pernah mengharap pemaafan penghapusan dosa dari Allah.” Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 362-363. Moga kita mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar dan dimudahkan beramal saleh di dalamnya. Baca Juga Lailatul Qadar Masih Bisa Diperoleh Walau di Rumah Saat Pandemi 24 Jam di Bulan Ramadhan Amalan di Sepuluh Hari Terakhir Disusun sore hari, 20 Ramadhan 1441 H Darush Sholihin Muhammad Abduh Tuasikal Artikel
LailatulQadar. Lailatul Qadar. Amalan Pelebur Dosa di Bulan Ramadan, Jangan Sampai Merugi. Selain dijanjikan dengan pahala yang berlipat, bulan Ramadan juga menjadi momen kita untuk mendapatkan banyak ampunan dari Allah SWT. Sekitar 2 Bulan yang lalu.
Home Tausyiah Sabtu, 23 April 2022 - 0308 WIBloading... Umat Islam diperintahkan mencari malam Lailatul Qadar pada malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Foto/dok pinterest A A A Lailatul Qadar disebut juga dengan lailatul 'uzmah wal-syaraf malam keagungan dan kemuliaan. Malam itu Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepada umat muslim yang dipertemukan dengan Lailatul Qadar, ada beberapa amalan yang dapat kita hidupkan. Rasulullah SAW memerintahkan umatnya mencari Lailatul Qadar pada malam-malam 10 hari terakhir Ramadhan. Baca Juga Keutamaan malam tersebut diterangkan dalam Al-Qur'an "Lailatul Qadri Khoirun Min Alfi Syahrinyang artinya malam kemuliaan itu lebih baik dari 1000 bulan." QS Al-Qadar Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ‎مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِArtinya "Barangsiapa melaksanakan sholat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." HR Al-Bukhari No 1901Berikut 11 amalan agar dipertemukan dengan Lailatul Qadar 1. Iktikaf atau berdiam di masjid untuk Istiqomah menjaga sholat fardhu Menghidupkan sholat Tarawih berjamaah bersama Memperbanyak baca Qur'an minimal 100 ayat setiap Memperbanyak istighfar dan Menghidupkan dzikir khususnya di sepertiga Membaca 2 ayat terakhir Surat Mandi, mengenakan pakaian terbaik dan memakai Membangunkan keluarga untuk Qiyam Memperbanyak sholawat dan tawassul kepada Rasulullah SAW sembari memohon kepada Allah Syafa'at Nabi dan keberkahan bulan Memperbanyak doa berikut ‎اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيAllahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni Artinya "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai kemaafan, maka maafkan aku." HR at-Tirmidzi dan Ibu MajahAllahu A'lam Baca Juga rhs amalan lailatul qadar lailatul qadar keutamaan lailatul qadar malam lailatul qadar ramadhan 1443 hijriyah Artikel Terkini More 23 menit yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu 2 jam yang lalu
Taqiyahmenjadi ajaran penting dalam agama Syi’ah. Para tokoh syiah membuat berbagai riwayat dusta atas nama ahlul bait, untuk memotivasi umat Syiah agar melakukan taqiyah. Taqiyah mereka jadikan prinsip hidup yang tidak terpisahkan dalam ajaran syiah. Berikut beberapa riwayat dusta atas nama ahlul bait, tentang pentingnya Taqiyah,
Sebagai Muslim kita harus menghormati sekaligus mencintai keluarga dan keturunan Rasulullah ﷺ yang disebut Ahlul Bait. Rasulullah memang mengimbau agar umatnya menghormati dan mencintai keluarga dan keturunannya. Hal ini karena Ahlul Bait memang memiliki kemuliaan tersendiri sebagai kerabat Rasulullah. Namun apabila di antara mereka ada yang menyimpang dari jalan leluhurnya, hendaklah ada yang menasihatinya. Imbauan seperti itu sebagaimana dikemukakan oleh salah seorang ulama sekaligus habib yang merupakan dzurriah Rasulullah ﷺ asal Tarim Hadramaut Yaman, yakni Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad 1634-1720 M dalam kitabnya berjudul Al-Fushul al-Ilmiyyah wal Ushul al-Hikamiyyah, Dar Al-Hawi, Cet. II, 1998, hal. 89 sebagai berikut لأهل بيت رسول الله صلى الله عليه وسلم شرف، ولرسول الله صلى اللهعليه وسلم بهم مزيد عناية وقد أكثر على أمته من الوصيّة بهم والحث على حبّهم ومودتهم. وبذالك أمرالله تعالى في كتابه في قوله تعالى "قل لا أسألكم عليه أجرا إلا المودة في القربى" .الشورى، ٢٣ ـArtinya “Ahlul Bait memiliki kemuliaan tersendiri, dan Rasulullah telah menunjukkan perhatiannya yang besar kepada mereka. Beliau berulang-ulang berwasiat dan mengimbau agar umatnya mencintai dan menyayangi mereka. Dengan itu pula Allah subhanahu wataála telah memerintahkan di dalam Al-Qur’an dengan firman-Nya “Katakanlah wahai Muhammad, tiada aku minta suatu balasan melainkan kecintan kalian pada kerabatku.” QS 4223. Dari kutipan di atas dapat ditegaskan bahwa kaum Muslimin memang harus menghormati dan mencintai Ahlul Bait bukan saja karena kekerabatan mereka dengan Rasulullah ﷺ, tetapi juga karena Allah telah memerintahkan kepada beliau untuk berseru kepada umatnya agar mencintai kerabat beliau. Dengan kata lain perintah untuk mencintai Ahlul Bait merupakan perintah dari Allah subhanahu wataála. Rasulullah sebagai pemimpin kaum Muslimin tidak meminta balasan apa pun dari umatnya kecuali kecintaan mereka kepada keluarga dan keturunan beliau. Namun Sayyid Abdullah Al-Haddad mengingatkan agar dalam memberikan penghormatan dan kecintaan kepada Ahlul Bait, kaum Muslimin bersikap wajar dan tidak berlebih-lebihan. Hal ini sebagaimana ditegaskannya dalam kutipan berikut فعلى كافة المسلمين أن يعتقدوا حبّهم ومودتهم، وان يوقّروهم ويعظّموهم من غير غلوّ ولا إسراف. Artinya “Seluruh kaum Muslimin hendaknya memastikan kecintaan dan kasih sayang mereka kepada Ahlul Bait, serta menghormati dan memuliakan mereka secara wajar dan tidak berlebih-lebihan.”Terhadap Ahlul Bait yang menyimpang dari apa yang dicontohkan Rasulullah ﷺ, Sayyid Abdullah Al-Haddad mengimbau agar mereka tetap dihormati semata-mata karena mereka adalah kerabat Nabi Muhammmad ﷺ dengan tidak meninggalkan perlunya memberikan nasihat kepada mereka sebagaimana kutipan berikut وأما من كان من أهل هذا البيت ليس على مثل طرائق أسلافهم الطاهرين، وقد دخل عليهم شيئ من التخليط لغلبة الجهل، فينبغي أيضا أن يعظّموا ويحترموا لقرابتهم من رسول الله الله صلى الله عليه وسلم. ولا يدعوا المتأهل للنصيحة نصحهم وحثّهم على الأخذ بما كان عليه سلفهم الصالح, من العلم والعمل الصالح، والأخلاق الحسنة “Adapun mereka yang berasal dari keluarga dan keturunan Rasulullah ini yang tidak menempuh jalan leluhur mereka yang disucikan, lalu mencampur adukkan antara yang baik dan yang buruk disebabkan kejahilannya, seyogyanyalah mereka tetap dihormati semata-mata karena kekerabatan mereka dengan Nabi ﷺ. Namun siapa saja yang memiliki keahlian atau kedudukan untuk memberi nasihat, hendaknya tidak segan-segan menasihati dan mendorong mereka kembali menempuh jalan hidup para pendahulu mereka yang saleh-saleh, yang berilmu dan beramal kebajikan, berakhlak terpuji dan berperilaku luhur.” Lihat hal. 90. Dari kutipan di atas, dapat diketahui bahwa dalam masyarakat tidak tertutup kemungkinan ada dari Ahlul Bait yang berperilaku tidak sebagaimana dicontohkan para leluhurnya khususnya Rasulullah ﷺ. Kepada Ahlul Bait yang seperti itu Sayyid Abdullah Al-Haddad mengimbau agar siapa pun yang memiliki kepasitas keilmuan dan kewenangan untuk tidak segan-segan memberikan nasihat dengan tetap bersikap hormat dan cinta kepada mereka secara wajar. Nasihat-nasihat yang hendaknya disampaikan kepada mereka adalah perlunya kembali menempuh jalan hidup sebagaimana para pendahulu yang berilmu dan beramal saleh serta berakhlak mulia sebagaimana dicontohkan Baginda Rasulullah ﷺ. Imbauan dari Sayyid Abdullah Al-Haddad ini sekaligus merupakan jawaban atas adanya sikap sebagian kaum Muslimin yang menganggap bahwa jika ada dari Ahli Bait yang melakukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari agama, mereka tidak perlu diingatkan karena menganggap Rasulullah sudah pasti akan memberinya syafaat di akhirat kelak. Sayyid Abdullah Al-Haddad tidak setuju atas anggapan seperti itu sebagaimana kutipan berikut فيقول هؤلاء أهل بيت رسول الله صلى الله عليه وسلم، ورسول الله شفيع لهم، ولعل الذنوب لا تضرهم، وهذا قول شنيع، يضر القائل به نفسه، ويضر به غيره من الجاهلين، وكيف يقول أحد ذالك وفي كتاب الله العزيز ما يدل غلى اهل أن أهل البيت يضاعف لهم الثواب على الحسنات، والعقاب على السيئات. Artinya “Ada yang mengatakan,”Biarlah, mereka adalah dari Ahlul Bait, Rasulullah ﷺ pasti akan bersyafaat kepada mereka, dan mungkin pula dosa-dosa yang mereka lakukan tak akan menjadi mudarat atas mereka.” Sungguh ini adalah ucapan yang amat buruk, yang menimbulkan mudarat bagi si pembicara sendiri dan bagi orang-orang lainnya yang tergolong kaum jahil. Bagaimana bisa seseorang berkata seperti itu, sedangkan dalam Al-Qurán, Kitab Allah yang mulia terdapat petunjuk bahwa anggota keluarga Rasulullah dilipat gandakan bagi mereka pahala amal baiknya, demikian pula hukuman atas perbuatan buruknya.” Lihat hal. 88.Sangat jelas bahwa Sayyid Abdullah Al-Haddad tidak setuju terhadap anggapan bahwa orang-orang tertentu seperti Ahlul Bait memiliki kekebalan hukum atas hukum-hukum yang telah ditetapkan Allah subhanahu wataála disebakan kemuliaan nasabnya yang bersambung kepada Rasulullah. Ulama yang diyakini sebagai pembaharu abad 11 hijriyah ini menyebut orang yang memiliki anggapan seperti itu telah melakukan perbuatan dusta tentang Allah subhanahu wataála serta menyalahi ijma’ seluruh kaum Muslilimin. Lihat hal. 89.Sebelumnya pada halaman 87, Sayyid Abdullah Al-Haddad mengutip sebuah hadits Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan dari Abu Hurairah. Hadits itu berisi peringatan kepada putri beliau bernama Sayyidah Fathimah agar tidak mengandalkan pembelaan dari ayahnya di hadapan Allah subhanu wa taála sebagai berikut يا فاطمة بنت ممدs لا أغني عنكِ من الله “Hai Fathimah binti Muhammad, sungguh aku takkan cukup sebagai pembelamu di hadapan Allah.”Baca juga• Ini Alasan Kenapa Nahdliyin Cinta Habib• Kenapa Keturunan Nabi Tak Tentu Berakhlak Baik? Ini Penjelasan Habib Luthfi• Habib Zen Minta Maaf Jika Ada Keturunan Rasulullah Minta DilayaniJadi sekali lagi, ada kewajiban bagi kaum Muslimin untuk menghormati dan mencintai Ahlul Bait karena mereka memiliki kekerabatan dengan Rasulullah ﷺ. Perintah ini memiliki dasar di dalam Al-Qur’an, surat Asy-Syura, ayat 23. Disamping itu ada kewajiban lain bagi orang-orang tertentu yang memiliki kapasitas untuk menasihati jika ada dari mereka berbuat kemaksiatan dan berperilaku tercela. Perbuatan dosa yang mereka lakukan akan dilipat gandakan hukumannya. Namun cara menasihati mereka harus tetap baik dan hormat karena bagaimanapun mereka adalah dzurriah Rasulullah ﷺ. Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama UNU Surakarta.
.
  • iheinhg0ld.pages.dev/360
  • iheinhg0ld.pages.dev/623
  • iheinhg0ld.pages.dev/534
  • iheinhg0ld.pages.dev/651
  • iheinhg0ld.pages.dev/445
  • iheinhg0ld.pages.dev/264
  • iheinhg0ld.pages.dev/543
  • iheinhg0ld.pages.dev/982
  • iheinhg0ld.pages.dev/884
  • iheinhg0ld.pages.dev/408
  • iheinhg0ld.pages.dev/767
  • iheinhg0ld.pages.dev/781
  • iheinhg0ld.pages.dev/158
  • iheinhg0ld.pages.dev/279
  • iheinhg0ld.pages.dev/492
  • amalan lailatul qadar ahlul bait