JawabanBerkembangnya pola hidup dari food gathering ke food producing menandai perubahan pola hunian manusia yang sebelumnya nomaden menjadi mulai menetap. pola hidup berburu dan mengumpulkan makanan menuntut manusia untuk lebih sering berpindah tempat tinggal karena menyesuaikan diri dengan ketersediaan makanan di lingkungannya. Sedangkan dengan pola hidup food producing, manusia memiliki kemampuan untuk memproduksi kembali tanaman yang menjadi sumber makanannya dengan cara bercocok tanam. Mereka mulai bercocok tanam di sekitar tempat tinggalnya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hal tersebut membuat manusia akan tinggal menetap untuk waktu yang lebih demikian, hubungan pola tempat tinggal dengan bercocok tanam, yaitu bahwa perubahan pola hunian yang awalnya nomaden menjadi menetap setelah masyarakat mengenal cara bercocok tanam atau food SejarahKelas 10 SMATopik Indonesia Zaman PraaksaraSemoga membantu jawaban tercerdas.Datadianalisis dengan Metode UjiChi Square. Hasil analisis terdapat hubungan jarak tempat tinggal (p-value=0,045),penggunaan transportasi (p-value=0,024), perilaku mencari pelayanan kesehatan(p Jawaban diahmardiana: Hubungan antara pola tempat tinggal dengan bercocok tanam adalah pada zaman praaksara orang membuat tempat tinggal setelah mengetahui adanya bercocok tanam karena pada saat bercocok tanam berarti manusia purba tersebut bertempat tinggal secara menetap.
Wargamerawat tanaman yang ditanam dengan sistem hidroponik di Kelurahan Lolu Utara, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (6/6/2021). Kementerian Pertanian mendorong warga terutama di perkotaan (urban farming) agar memanfaatkan lahan yang ada untuk bercocok tanam sistem hidroponik dinilai dapat membantu ekonomi keluarga dan menjadi sumber bagi ketahanan pangan di tengah pandemi COVID-19.
Agarsiswa mampu menganalisa hubungan antara pola tempat tinggal dan bercocok tanam pada kehidupan pra aksara dengan tepat. 2. Agar siswa dapat mengidentifikasi alat bercocok tanam pada kehidupan pra aksara dengan tepat. 3. Agar siswa dapat menjelaskan kaitan antara sistem kepercayaan dengan pola mata pencaharian dengan benar. 4. MasaBercocok Tanam. Dalam sistem bercocok tanam yang dikenal manusia zaman pra aksara, persawahan menggunakan lahan yang terbatas dan kesuburan tanahnya dapat dijaga melalui pengolahan tanah, irigasi, serta pemupukan. Dengan adanya sistem ini, manusia tidak lagi hidup secara nomaden dan berusaha menghasilkan makanan atau secara istilah dikenalKemampuanmembuat alat. Masa bercocok tanam di Indonesia dimulai kira-kira bersamaan dengan berkembangnya kemahiran mengumpam alat-alat batu serta dikenalnya pembuatan gerabah atau Zaman Neolitikum. Alat-alat yang umumnya diumpam atau diasah adalah beliung, kapak batu, mata panah, dan mata tombak. Beliung dan kapak batu ditemukan tersebar di